Tuesday, 25 August 2015

Panji: “Harus Tetap Fokus dan Tak Anggap Enteng Lawan”

Panji: “Harus Tetap Fokus dan Tak Anggap Enteng Lawan”

Magelang, 25 Agustus 2015 – Nomor tunggal putra sepertinya akan memberikan tontonan tersendiri di GOR Djarum dalam ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Jawa Tengah Open 2015. Selain diramaikan oleh para “langganan” Djarum Sirnas, kali ini pun turut diramaikan oleh turunnya tunggal muda Pelatnas.

Digelar di Magelang untuk pertama kalinya, turnamen yang akan berlangsung hingga Sabtu (29/8) ini sudah menyuguhkan pertarungan sengit. Salah satunya dilakoni oleh tunggal Pelatnas, Panji Ahmad Maulana. Atlet binaan Mutiara Cardinal ini sudah harus berusaha keras di babak kedua pada Selasa (25/8) sore.

Berhadapan dengan Rajid Patriawan dari Pelita Bakrie, Panji harus bertanding sengit. Ia baru bisa menang tipis 22-20 dan 21-17.

“Tadi di lapangan agak ragu-ragu, lawannya pun tadi cukup bagus. Tetapi akhirnya saya masih bisa mengatasinya,” ujar Panji usai laga.

Panji pun mengaku bahwa persaingan di Magelang kali ini tidak akan mudah, meski demikian ia sejauh ini membidik tiket semifinal. “Kalau ditanya kans, pasti ada. Sejauh ini saya ingin bisa masuk semifinal dulu, saya harus tetap fokus dan jangan anggap enteng lawan,” tuturnya.

Sementara itu, Rifan Fauzin Ivanudin yang merupakan unggulan teratas, berhasil melangkah mulus ke babak ketiga atau babak 16 besar. Ia berhasil menghentikan Endreu Tampi dari Tangkas dengan 21-11 dan 21-9.

Selain Panji, Pelatnas selain membawa Panji juga menurunkan Enzi Safira, Redy Perdana dan Krisna Adi Nugraha. Enzi mendapat bye di babak kedua dan langsung melaju ke babak ketiga, sementara Krisna berhasil menang 21-7 dan 21-8 atas wakil Pertamina Fastron, Indra Setiawan. Redy sendiri sukses menyusul rekannya ke babak ketiga setelah menghentikan Fauzi Adnan dari IPC dengan 21-14 dan 21-13.

Pertarungan ini akan semakin sengit dengah turut hadirnya runner up Djarum Sirnas Yogyakarta pekan lalu, Nugraha Andi Saputra dari JR Enkei.

Monday, 24 August 2015

Baru Diresmikan, GOR Djarum Magelang Jadi Tuan Rumah

Baru Diresmikan, GOR Djarum Magelang Jadi Tuan Rumah

Magelang, 24 Agustus 2015 – Baru diresmikan Jum’at (21/8) lalu, GOR Djarum yang dibangun oleh Bakti Olah Raga Djarum Foundation sudah digunakan untuk menggelar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) seri keenam. Jawa Tengah menunjuk GOR baru ini bersama GOR Akmil, Magelang untuk menjadi tuan rumah turnamen yang memperebutkan hadiah total Rp 220 juta ini.

Total 1,060 atlet akan bersaing memperebutkan 19 gelar juara di empat kelompok umur. Mulai dari kelompok umur pemula (U15) yang memperebutkan empat gelar, sementara remaja (U17), taruna (U19) dan kelompok dewasa masing-masing memperebutkan lima gelar.

Djarum Sirnas sudah resmi dimulai tadi pagi (24/8), dimana pertandingan menggelar babak kualifikasi bagi nomor pemula, remaja dan taruna. Turnamen ini akan berlangsung hingga Sabtu (29/8) mendatang dan diikuti oleh sejumlah atlet ternama tanah air, seperti juara Djarum Sirnas tiga seri di 2015, Febby Angguni dari Tjakrindo Masters, juga di nomor tunggal akan turut diikuti oleh atlet muda Pelatnas. Tercatat empat tunggal putra Pelatnas, dan tiga tunggal putri Pelatnas akan bersaing.

Gelaran Djarum Sirnas di GOR Djarum ini pun mendapat sambutan positif para peserta. “Keren banget GORnya, padahal ini kota kecil tapi ada GOR sebagus ini, selain itu fasilitas sangat mendukung untuk para atlet dan penonton,” ujar peserta tunggal dewasa putri, Hera Desi Ana Rachmawati.

GOR Djarum ini berdidi diatas tanah seluas 2,210 meter persegi. Memiliki lima lapangan pertandingan dengan kapasitas 600 penonton. Baik peserta ataupun penonton yang hadir, akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas. Seperti cafeteria, toilet, serta fasilitas bagi difabel di tribun penonton.

Friday, 4 July 2014

MENGENAL BOLA BASKET

Sejarah Bola Basket
Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.

Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari. Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutupyang berlampu. Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.

Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.
Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.

Mengenal Permainan Bola Basket
Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain. Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerangdan memasukkan bola sebanyak-banyaknya. Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi.
Lapangan, Waktu dan Bola
    Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 m, ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
 
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Bola terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm
Perlengkapan Teknik
Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
Alat untuk mengukur waktu 30 detik.
Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu
Aturan Dasar Permainan Bola Basket
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.

Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).

Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.

Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.

Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.